Friday, November 24, 2017

Download Kitab AL-Adzkar Imam An-Nawawi PDF

kitab al azkar pdf kitab al adzkar an nawawi kitab al azkar kitab al adzkar imam nawawi kitab al adzkar oleh imam nawawi kitab al adzkar indonesia kitab al azkar inteam kitab al adzkar melayu kitab al azkar pdf urdu kitab al azkar wahabi apa itu kitab al adzkar kitab al azkar an nawawi download kitab al adzkar for android aplikasi kitab al adzkar terjemah kitab al adzkar an nawawi arti kitab al adzkar download kitab al-adzkar imam nawawi ad-dimasyqi download terjemah kitab al adzkar doa dalam kitab al adzkar free download kitab al adzkar download kitab al adzkar imam nawawi pdf download kitab al azkar pdf download kitab al adzkar nawawi download terjemah kitab al adzkar nawawi free download kitab al adzkar pdf daftar isi kitab al adzkar ebook terjemah kitab al adzkar ebook kitab al adzkar free download terjemahan kitab al adzkar download gratis terjemahan kitab al adzkar download gratis terjemah kitab al adzkar harga kitab al adzkar harga terjemah kitab al adzkar harga kitab kuning al adzkar harga kitab al adzkar imam nawawi kitab al adzkar imam nawawi pdf kitab al azkar imam nawawi kepentingan kitab al adzkar imam nawawi terjemah kitab al adzkar imam nawawi kitab al adzkar imam nawawi terjemah pdf jual kitab al adzkar kitab kuning al adzkar kajian kitab al adzkar kitab al adzkar nawawi kitab al azkar imam nawawi pdf kitab al azkar nawawi isi kitab al adzkar imam nawawi kitab al azkar online download terjemah kitab al adzkar pdf pengarang kitab al adzkar syarah kitab al adzkar kitab al adzkar terjemah terjemah kitab al adzkar imam nawawi pdf al-adzkar al azkar al adzkar imam nawawi al adzkar pamulang al azkar imam nawawi pdf al azkar imam nawawi download al adzkar pdf al azkar an nawawi al azkar karang tengah al azkar an nawawi pdf al adzkar bandung al adzkar adalah al azkar application al azkar apk kitab al adzkar an nawawi azkar al amsa al azhar boarding school al adzkar bahasa melayu al azkar google books al azkar lebak bulus buku al adzkar imam nawawi buku al adzkar al adzkar ciburuy al azkar chm al azkar cinere al azkar download al azkar doa selepas solat al adzkar doa witir al azkar doa dzikir al adzkar doa al adzkar sebelum tidur sdi al adzkar depok sd islam al adzkar depok download al adzkar pdf al azkar english ebook al adzkar al azkar freedom radio kano azkar al fajr download kitab al adzkar for android al adzkar hisnul muslim al azkar imam nawawi al azkar islamic school al azkar inteam al adzkar imam nawawi melayu al adzkar imam nawawi pdf free download terjemah al adzkar imam nawawi al adzkar pustaka imam syafii al azkar jar al azkar java al azkar jakarta al azkar jakarta selatan al azkar khutbah jumaat al azkar kitab kitab al azkar pdf al adzkar karya sd al adzkar karang tengah sekolah al adzkar karang tengah masjid al azkar karang tengah azkar al layl azkar al lail al azkar lite logo al azkar al azkar mp3 al azkar meaning al azkar melayu pdf azkar al masaa azkar al masaa written azkar al masa2 azkar al muslim azkar al masaa mp3 download azkar al masah azkar al masaa mp3 al azkar nawawi al azkar nawawi pdf kitab al adzkar nawawi azkar al nawm azkar al naoom azkar al night azkar al num kitab al azkar online al azkar pdf al azkar pdf free download sd islam al azkar pamulang al azkar pamulang sdit al azkar pamulang mts al-adzkar pamulang al azkar sekolah al azkar sabah al azkar school azkar al sabah wal masaa azkar al sabah mishary azkar al saba7 azkar al sabah mp3 download azkar al sabah english azkar al sabah urdu al azkar terjemahan terjemahan al adzkar pdf kitab al adzkar terjemah al azhar university al azkar v. 2.0 azkar al youm al azkar 347 Good Idea this blog is verry nice, Thanks for information and good Site and The best Author Obat Hernia Cara Mengobati Buah Zakar Besar Sebelah CaraMengobatiHerniapadaBayi Obat Hidrokel Obat Herbal Hernia Obat Turun Berok Obat Hernia Bayi Obat Hernia Anak Obat Hidrokel Anak Cara Menyembuhkan Hidrokel Baja Ringan Tangerang Penjual Baja Ringan di Tangerang 5 Macam Aurat Perempuan Menurut 4 Madzhab 9 Cabang Ilmu Hadits Ekonomi Makro Gregory Mankiw

Saturday, October 21, 2017

Asuhan Keperawatan Lansia
ASUHAN KEPERWATAN LANSIA | DOWNLOAD

Download Askep : LINK 1    |    LINK 2

BAB I
PENDAHULUAN

Latar Belakang


Dalam Lokakarya Nasional Keperawatan di Jakarta (1983) telah disepakati bahwa keperawatan adalah “suatu bentuk pelayanan kesehatan kepada masyarakat yang didasarkan pada ilmu dan kiat keperawatan berbentuk pelayanan bio-psiko-sosial-kultural dan spiritual yang didasarkan pada pencapaian kebutuhan dasar manusia”. Dalam hal ini asuhan keperawatan yang diberikan kepada pasien bersifat komprehensif, ditujukan pada individu, keluarga dan masyarakat, baik dalam kondisi sehat dan sakit yang mencakup seluruh kehidupan manusia. Sedangkan asuhan yang diberikan berupa bantuian-bantuan kepada pasien karena adanya kelemahan fisik dan mental, keterbatasan pengetahuan serta kurangnya kemampuan dan atau kemauan dalam melaksanakan aktivitas kehidupan sehari-hari secara mandiri.


Pada makalah ini akan dibahas secara singkat asuhan keperawatan pada pasien lanjut usia di tatanan klinik (clinical area), dimanan pendekatan yang digunakan adalah proses keperawatan yang meliputi pengkajian (assessment), merumuskan diagnosa keperawatan (Nursing diagnosis), merencanakan tindakan keperawatan (intervention), melaksanakan tindakan keperawatan (Implementation) dan melakukan evaluasi (Evaluation). Dibawah ini ada beberapa alasan timbulnya perhatian kepada lanjut usia, yaitu :

Pensiunan dan masalah-masalahnya
Kematian mendadak karena penyakit jantung dan stroke
Meningkatnya jumlah lanjut usia
Pencemaran pelayanan kesehatan
Kewajiban Pemerintahterhadap orang cacat dan jompo
Perkembangan ilmu
Program PBB
Konfrensi Internasional di WINA tahun 1983
Kurangnya jumlah tempat tidur di rumah sakit
Mahalnya obat-obatan




BAB IIPEMBAHASAN



Kegiatan Asuhan Keperawatan Dasar Bagi Lansia
Kegiatan Asuhan Keperawatan Dasar Bagi Lansia menurut Depkes, dimaksudkan untuk memberikan bantuan, bimbingan pengawasan, perlindungan dan pertolongan kepada lanjut usia secara individu maupun kelompok, seperti di rumah / lingkungan keluarga, Panti Werda maupun Puskesmas, yang diberikan oleh perawat. Untuk asuhan keperawatan yang masih dapat dilakukan oleh anggota keluarga atau petugas sosial yang bukan tenaga keperawatan, diperlukan latihan sebelumnya atau bimbingan langsung pada waktu tenaga keperawatan melakukan asuhan keperawatan di rumah atau panti.


Adapun asuhan keperawatan dasar yang diberikan, disesuaikan pada kelompok lanjut usia, apakah lanjut usia aktif atau pasif, antara lain:

Untuk lanjut usia yang masih aktif, asuhan keperawatan dapat berupa dukungan tentang personal hygiene: kebersihan gigi dan mulut atau pembersihan gigi palsu: kebersihan diri termasuk kepala, rambut, badan, kuku, mata serta telinga: kebersihan lingkungan seperti tempat tidur dan ruangan : makanan yang sesuai, misalnya porsi kecil bergizi, bervariai dan mudah dicerna, dan kesegaran jasmani.
Untuk lanjut usia yang mengalami pasif, yang tergantung pada orang lain. Hal yang perlu diperhatikan dalam memberikan asuhan keperawatan pada lanjut usia pasif pada dasarnya sama seperti pada lanjut usia aktif, dengan bantuan penuh oleh anggota keluarga atau petugas. Khususnya bagi yang lumpuh, perlu dicegah agar tidak terjadi dekubitus (lecet).



Lanjut usia mempunyai potensi besar untuk menjadi dekubitus karena perubahan kulit berkaitan dengan bertambahnya usia, antara lain:

Berkurangnya jaringan lemak subkutan
Berkurangnya jaringan kolagen dan elastisitas
Menurunnya efisiensi kolateral capital pada kulit sehingga kulit menjadi lebih tipis dan rapuh
Adanya kecenderungan lansia imobilisasi sehingga potensi terjadinya dekubitus.

Pendekatan Perawatan Lanjut Usia
1. Pendekatan fisik
Perawatan yang memperhatikan kesehatan obyektif, kebutuhan, kejadian-kejadian yang dialami klien lanjut usia semasa hidupnya, perubahan fisik pada organ tubuh, tingkat kesehatan yang masih bias di capai dan dikembangkan, dan penyakit yang yang dapat dicegah atau ditekan progresifitasnya. Perawatan fisik secara umum bagi klien lanjut usia dapat dibagi atas dua bagian yaitu:
Klien lanjut usia yang masih aktif, yang keadaan fisiknya masih mampu bergerak tanpa bantuan orang lain sehingga untuk kebutuhannya sehari-hari masih mampu melakukan sendiri.
Klien lanjut usia yang pasif atau yang tidak dapat bangun, yang keadaan fisiknya mengalami kelumpuhan atau sakit. Perawat harus mengetahui dasar perawatan klien usia lanjut ini terutama tentang hal-hal yang berhubungan dengan keberhasilan perorangan untuk mempertahankan kesehatannya.



Kebersihan perorangan sangat penting dalam usaha mencegah timbulnya peradangan, mengingat sumber infeksi dapat timbul bila keberhasilan kurang mendapat perhatian.

Disamping itu kemunduran kondisi fisik akibat proses penuaan, dapat mempengaruhi ketahanan tubuh terhadap gangguan atau serangan infeksi dari luar. Untuk klien lanjut usia yang masih aktif dapat diberikan bimbingan mengenai kebersihan mulut dan gigi, kebersihan kulit dan badan, kebersihan rambut dan kuku, kebersihan tempat tidur serta posisi tidurnya, hal makanan, cara memakan obat, dan cara pindahdari tempat tidur ke kursi atau sebaliknya. Hal ini penting meskipun tidak selalu keluhan-keluhan yang dikemukakan atau gejala yang ditemukan memerlukan perawatan, tidak jarang pada klien lanjut usia dihadapkan pada dokter dalam keadaan gawat yang memerlukan tindakan darurat dan intensif, misalnya gangguan serebrovaskuler mendadak, trauma, intoksikasi dan kejang-kejang, untuk itu perlu pengamatan secermat mungkin.
Adapun komponen pendekatan fisik yang lebuh mendasar adalah memperhatikan atau membantu para klien lanjut usia untuk bernafas dengan lancar, makan, minum, melakukan eliminasi, tidur, menjaga sikap tubuh waktu berjalan, tidur, menjaga sikap, tubuh waktu berjalan, duduk, merubah posisi tiduran, beristirahat, kebersihan tubuh, memakai dan menukar pakaian, mempertahankan suhu badan melindungi kulit dan kecelakaan.Toleransi terhadap kakurangan O2 sangat menurun pada klien lanjut usia, untuk itu kekurangan O2 yang mendadak harus disegah dengan posisi bersandar pada beberapa bantal, jangan melakukan gerak badan yang berlebihan.
Seorang perawat harus mampu memotifasi para klien lanjut usia agar mau dan menerima makanan yang disajikan. Kurangnya kemampuan mengunyah sering dapat menyebabkan hilangnya nafsu makan. Untuk mengatasi masalah ini adalah dengan menghidangkan makanan agak lunak atau memakai gigi palsu. Waktu makan yang teratur, menu bervariasi dan bergizi, makanan yang serasi dan suasana yang menyenangkan dapat menambah selera makan, bila ada penyakit tertentu perawat harus mengatur makanan mereka sesuai dengan diet yang dianjurkan.
Kebersihan perorangan sangat penting dalam usaha mencegah timbulnya peradangan, mengingat sumber infeksi bisa saja timbul bila kebersihan kurang mendapat perhatian. Oleh karena itu, kebersihan badan, tempat tidur, kebersihan rambut, kuku dan mulut atau gigi perlu mendapat perhatian perawatan karena semua itu akan mempengaruhi kesehatan klien lanjut usia.
Perawat perlu mengadakan pemeriksaan kesehatan, hal ini harus dilakukan kepada klien lanjut usia yang diduga menderita penyakit tertentu atau secara berkala bila memperlihatkan kelainan, misalnya: batuk, pilek, dsb. Perawat perlu memberikan penjelasan dan penyuluhan kesehatan, jika ada keluhan insomnia, harus dicari penyebabnya, kemudian mengkomunikasikan dengan mereka tentang cara pemecahannya. Perawat harus mendekatkan diri dengan klien lanjut usia membimbing dengan sabar dan ramah, sambil bertanya apa keluhan yang dirasakan, bagaimana tentang tidur, makan, apakah obat sudah dimminum, apakah mereka bisa melaksanakan ibadah dsb. Sentuhan (misalnya genggaman tangan) terkadang sangat berarti buat mereka.



2. Pendekatan psikis

Disini perawat mempunyai peranan penting untuk mengadakan pendekatan edukatif pada klien lanjut usia, perawat dapat berperan sebagai supporter , interpreter terhadap segala sesuatu yang asing, sebagai penampung rahasia yang pribadi dan sebagai sahabat yang akrab. Perawat hendaknya memiliki kesabaran dan ketelitian dalam memberikan kesempatan dan waktu yang cukup banyak untuk menerima berbagai bentuk keluhan agar para lanjut usia merasa puas. Perawat harus selalu memegang prinsip ” Tripple”, yaitu sabar, simpatik dan service.
Pada dasarnya klien lanjut usia membutuhkan rasa aman dan cinta kasih sayang dari lingkungan, termasuk perawat yang memberikan perawatan.. Untuk itu perawat harus selalu menciptakan suasana yang aman , tidak gaduh, membiarkan mereka melakukan kegiatan dalam batas kemampuan dan hobi yang dimilikinya.
Perawat harus membangkitkan semangat dan kreasi klien lanjut usia dalam memecahkan dan mengurangi rasa putus asa , rendah diri, rasa keterbatasan sebagai akibat dari ketidakmampuan fisik, dan kelainan yang dideritanya.
Hal itu perlu dilakukan karena perubahan psikologi terjadi karena bersama dengan semakin lanjutnya usia. Perubahan-perubahan ini meliputi gejala-gejala, seperti menurunnya daya ingat untuk peristiwa yang baru terjadi, berkurangnya kegairahan atau keinginan, peningkatan kewaspadaan , perubahan pola tidur dengan suatu kecenderungan untuk tiduran diwaktu siang, dan pergeseran libido.
Perawat harus sabar mendengarkan cerita dari masa lampau yang membosankan, jangan menertawakan atau memarahi klien lanjut usia bila lupa melakukan kesalahan . Harus diingat kemunduran ingatan jangan dimanfaatkan untuk tujuan tertentu.
Bila perawat ingin merubah tingkah laku dan pandangan mereka terhadap kesehatan, perawat bila melakukannya secara perlahan –lahan dan bertahap, perawat harus dapat mendukung mental mereka kearah pemuasan pribadi sehinga seluruh pengalaman yang dilaluinya tidak menambah beban, bila perlu diusahakan agar di masa lanjut usia ini mereka puas dan bahagia.



3. Pendekatan sosial

Mengadakan diskusi, tukar pikiran, dan bercerita merupakan salah satu upaya perawat dalam pendekatan social. Memberi kesempatan untuk berkumpul bersama dengan sesama klien usia berarti menciptakan sosialisasi mereka. Jadi pendekatan social ini merupakan suatu pegangan bagi perawat bahwa orang yang dihadapinya adalah makhluk sosial yang membutuhkan orang lain
Penyakit memberikan kesempatan yang seluas-luasnya kepada para lanjut usia untuk mengadakan konunikasi dan melakukan rekreasi, misal jalan pagi, nonton film, atau hiburan lain. Tidak sedikit klien tidak tidur terasa, stress memikirkan penyakitnya, biaya hidup, keluarga yang dirumah sehingga menimbulkan kekecewaan, ketakutan atau kekhawatiran, dan rasa kecemasan.
Tidak jarang terjadi pertengkaran dan perkelahian diantara lanjut usia, hal ini dapat diatasi dengan berbagai cara yaitu mengadakan hak dan kewajiban bersama. Dengan demikian perawat tetap mempunyai hubungan komunikasi baik sesama mereka maupun terhadap petugas yang secara langsung berkaitan dengan pelayanan kesejahteraan sosial bagi lanjut usia di Panti Werda.


4. Pendekatan spiritual
Perawat harus bisa memberikan ketenangan dan kepuasan batin dalam hubungannya dengan Tuhan atau agama yang dianutnua dalam kedaan sakit atau mendeteksikematian.
Sehubungan dengan pendekatan spiritual bagi klien lanjut usia yang menghadapi kematian, DR. Tony styobuhi mengemukakn bahwa maut sering kali menggugah rasa takut. Rasa semacam ini didasari oleh berbagai macam factor, seperti ketidak pastian akan pengalaman selanjutnya, adanya rasa sakit dan kegelisahan kumpul lagi bengan keluatga dan lingkungan sekitarnya. Dalam menghadapi kematian setiap klien lanjut usia akan memberikan reaksi yang berbeda, tergantung dari kepribadian dan cara dalam mengahadapi hidup ini. Adapun kegelisahan yang timbul diakibatkan oleh persoalan keluarga perawat harus dapat meyakinkan lanjut usia bahwa kalaupun kelurga tadi di tinggalkan , masih ada orang lain yang mengurus mereka. Sedangkan rasa bersalah selalu menghantui pikiran lanjut usia.
Umumnya pada waktu kematian akan datang agama atau kepercayaan seseorang merupakan factor yang penting sekali. Pada waktu inilah kelahiran seorang iman sangat perlu untuk melapangkan dada klien lanjut usia.
Dengan demikian pendekatan perawat pada klien lanjut usia bukan hanya terhadap fisik saja, melainkan perawat lebih dituntut menemukan pribadi klien lanjut usia melalui agama mereka.



Tujuan Asuhan Keperawatan Lanjut Usia



Agar lanjut usia dapat melaukan kegiatan sehari –hari secara mandiri dengan:

1. Mempertahankan kesehatan serta kemampuan dari mereka yang usianya telah lanjut dengan jalan perawatan dan pencegahan.
2. Membantu mempertahankan serta membesarkan daya hidup atau semangat hidup klien lanjut usia (life support)
3. menolong dan merawat klien lanjut usia yang menderita penyakit atau gangguan baik kronis maupun akut.
4. Merangsang para petugas kesehatan untuk dapat mengenal dan menegakkan diagnosa yang tepat dan dini, bila mereka menjumpai kelainan tertentu
5. Mencari upaya semaksimal mungkin, agar para klien lanjut usia yang menderita suatu penyakit, masih dapat mempertahankan kebebasan yang maksimal tanpa perlu suatu pertolongan (memelihara kemandirian secara maksimal).



Fokus Keperawatan Lanjut Usia

Keperawatan lanjut usia berfokus pada :
1. Peningkatan kesehatan (helth promotion)
2. Pencegahan penyakit (preventif)
3. Mengoptimalkan fungsi mental
4. Mengatasi gangguan kesehatan yang umum.



Diagnosa Keperawatan

1. Aspek fisik atau biologis
Dx 1 : Ketidakseimbangan nutrisi : kurang dari kebutuhan tubuh b.d tidak mampu dalam memasukkan, memasukan, mencerna, mengabsorbsi makanan karena factor biologi.
NOC I : Status nutrisi
Setelah dilakukan intervensi keperawatan selama 3X24 jam pasien diharapkan mampu:
1. Asupan nutrisi tidak bermasalah
2. Asupan makanan dan cairan tidak bermasalah
3. Energy tdak bermasalah
4. Berat badan ideal
NIC I : Manajemen ketidakteraturan makan (eating disorder management)
1. Kolaborasi dengan anggota tim kesehatan untuk memuat perencanaan perawatan jika sesuai.
2. Diskusikan dengan tim dan pasien untuk membuat target berat badann, jika berat badan pasien tdak sesuia dengan usia dan bentuk tubuh.
3. Diskusikan dengan ahli gizi untuk menentukan asupan kalori setiap hari supaya mencapai dan atau mempertahankan berat badan sesuai target.
4. Ajarkan dan kuatkan konsep nutrisi yang baik pada pasien
5. Kembangkan hubungan suportif dengna pasien
6. Dorong pasien untuk memonitor diri sendiri terhadap asupan makanan dan kenaikan atau pemeliharaan berat badan
7. Gunakan teknik modifikasi tingkah laku untuk meningkatkan berat badan dan untuk menimimalkan berat badan.
8. Berikan pujian atas peningkatan berat badan dan tingkah laku yang mendukung peningkatan berat badan.


Dx 2 : Gangguan pola tidur berhubungan dengan insomnia dalam waktu lama, terbangun lebih awal atau terlambat bangun dan penurunan kemampuan fungsi yng ditandai dengan penuaan perubahan pola tidur dan cemas

NOC : Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 2×24 jam pasien diharapkan dapat memperbaiki pola tidurnya dengan criteria :

1. Mengatur jumlah jam tidurnya
2. Tidur secara rutin
3. Miningkatkan pola tidur
4. Meningkatkan kualitas tidur
5. Tidak ada gangguan tidur
NIC : Peningkatan Tidur
1 Tetapkan pola kegiatan dan tidur pasien
2 Monitor pola tidur pasien dan jumlah jam tidurnya
3 Jelaskan pentingnya tidur selama sakit dan stress fisik
4 Bantu pasien untuk menghilangkan situasi stress sebelum jam tidurnya


Dx 3 : Inkontinensia urin fungsional berhubungan dengan keterbatasan neuromuskular yang ditandai dengan waktu yang diperlukan ke toilet melebihi waktu untuk menahan pengosongan bladder dan tidak mampu mengontrol pengosongan.

NOC : Setelah dilakukan intervensi keperawatan selama 3×24 jam diharapkan pasien mampu :

1. Kontinensia Urin
2. Merespon dengan cepat keinginan buang air kecil (BAK).
3. Mampu mencapai toilet dan mengeluarkan urin secara tepat waktu.
4. Mengosongkan bladde dengan lengkap.
5. Mampu memprediksi pengeluaran urin.
NIC : Perawatan Inkontinensia Urin
1. Monitor eliminasi urin
2. Bantu klien mengembangkan sensasi keinginan BAK.
3. Modifikasi baju dan lingkungan untuk memudahkan klien ke toilet.
4. Instruksikan pasien untuk mengonsumsi air minum sebanyak 1500 cc/hari.


Dx 4 : Gangguan proses berpikir berhubungan dengan kemunduran atau kerusakan memori sekunder

NOC : Setelah dilakukan intervensi keperawatan selama 2×24 jam pasien diharapkan dapat meningkatkan daya ingat dengan criteria :

1. Mengingat dengan segera informasi yang tepat
2. Mengingat inormasi yang baru saja disampaikan
3. Mengingat informasi yang sudah lalu
NIC : Latihan Daya Ingat
1. Diskusi dengan pasien dan keluarga beberapa masalah ingatan
2. Rangsang ingatan dengan mengulang pemikiran pasien kemarin dengan cepat
3. Mengenangkan tentang pengalaman di masalalu dengan pasien


Dx 5 : Disfungsi seksual berhubungan dengan perubahan struktur tubuh/fungsi yang ditandai dengan perubahan dalam mencapai kepuasan seksual.
NOC : Fungsi Seksual

1. Mengekspresikan kenyamanan

2. Mengekspresikan kepercayaan diri
NIC : Konseling Seksual
1. Bantu pasien untuk mengekspresikan perubahan fungsi tubuh termasuk organ seksual seiring dengan bertambahnya usia.
2. Diskusikan beberapa pilihan agar dicapai kenyamanan.


Dx 6 : Kelemahan mobilitas fisik b.d kerusakan musculoskeletal dan neuromuscular

Yang ditandai dengan :

1. Perubahan gaya berjalan
2. Gerak lambat
3. Gerak menyebabkan tremor
4. Usaha yang kuat untuk perubahan gerak
NOC : Level Mobilitas ( Mobility Level )
Setelah dilakukan intervensi keperawatan selama 2X24 jam diharapkan pasien dapat :
1. Memposisikan penampilan tubuh
2. Ambulasi : berjalan
3. Menggerakan otot
4. Menyambung gerakan/mengkolaborasikan gerakan
NIC : Latihan dengan Terapi Gerakan ( Exercise Therapy Ambulation )
1. Kosultasi kepada pemberi terapi fisik mengenai rencana gerakan yang sesuai dengan kebutuhan
2. Dorong untuk bergerak secara bebas namun masih dalam batas yang aman
3. Gunakan alat bantu untuk bergerak, jika tidak kuat untuk berdiri (mudah goyah/tidak kokoh)


Dx 7 : Kelelahan b.d kondisi fisik kurang

Yang ditandai dengan:

1. Peningkatan kebutuhan istirahat
2. Lelah
3. Penampilan menurun
NOC Activity Tolerance
Setelah dilakukan intervensi keperawatan selama 2X24 jam diharapkan pasien dapat:
1. Memonitor usaha bernapas dalam respon aktivitas
2. Melaporkan aktivitas harian
3. Memonitor ECG dalam batas normal
4. Memonitor warna kulit
NIC Energy Management
1. Monitor intake nutrisi untuk memastikan sumber energi yang adekuat
2. Tentukan keterbatasan fisik pasien
3. Tentukan penyebab kelelahan
4. Bantu pasien untuk jadwal istirahat


Dx 8 : Risiko kerusakan integritas kulit

NOC : Kontrol Risiko ( risk control )

Setelah dilakukan intervensi keperawatan selama 2X24 jam diharapkan pasien dapat :
1. Kontrol perubahan status kesehatan
2. Gunakan support system pribadi untuk mengontrol risiko
3. Mengenal perubahan status kesehatan
4. Monitor factor risiko yang berasal dari lingkungan
NIC : penjagaan terhadap kulit ( skin surveillance )
1. Monitor area kulit yang terlihat kemerahan dan adanya kerusakan
2. Monitor kulit yang sering mendapat tekanan dan gesekan
3. Monitor warna kulit
4. Monitor suhu kulit
5. Periksa pakaian, jika pakaian terlihat terlalu ketat


Dx 9 : Kerusakan Memori b.d gangguan neurologis

Yang ditandai dengan :

1 Tidak mampu mengingat informasi factual
2 Tidak mampu mengingat kejadian yang baru saja terjadi atau masa lampau
3 Lupa dalam melaporkan atau menunjukkan pengalaman
4 Tidak mampu belajar atau menyimpan keterampilan atau informasi baru
NOC : Orientasi Kognitif
Setelah dilakukan intervensi keperawatan selama 2X24 jam diharapkan pasien dapat :
1 Mengenal diri sendiri
2 Mengenal orang atau hal penting
3 Mengenal tempatnya sekarang
4 Mengenal hari, bulan, dan tahun dengan benar
NIC : Pelatihan Memori ( Memory Training )
1 Stimulasi memory dengan mengulangi pembicaraan secara jelas di akhir pertemuan dengan pasien.
2 Mengenang pengalaman masa lalu dengan pasien.
3 Menyediakan gambar untuk mengenal ingatannya kembali
4 Monitor perilaku pasien selama terapi

2. Aspek psikososial

 1. Dx. Coping tidak efektif b.d percaya diri tidak adekuat dalam kemampuan koping, dukungan social tidak adekuat yang dibentuk dari karakteristik atau hubungan.

NOC I : koping (coping)
Setelah dilakukan intervensi keperawatan selama 3X24 jam pasien secara konsisten diharapkan mampu:
1. Mengidentifikasi pola koping efektif
2. Mengedentifikasi pola koping yang tidak efektif
3. Melaporkan penurunan stress
4. Memverbalkan control perasaan
5. Memodifikasi gaya hidup yang dibutuhkan
6. Beradaptasi dengan perubahan perkembangan
7. Menggunakan dukungan social yang tersedia
8. Melaporkan peningkatan kenyamanan psikologis
NIC I : coping enhancement
1. Dorong aktifitas social dan komunitas
2. Dorong pasien untuk mengembangkan hubungan
3. Dorong berhubungan dengan seseorang yang memiliki tujuan dan ketertarikan yang sama
4. Dukung pasein untuk menguunakan mekanisme pertahanan yang sesuai.
5. Kenalkan pasien kepada seseorang yang mempunyai latar belakang pengalaman yang sama.

2. Dx. Isolasi social b.d perubhaan penampilan fisik, peubahan keadaan sejahtera, perubahan status mental.

NOC I : Lingkungan keluarga : internal ( family environment: interna)

Setelah dilakukan intervensi keperawatan selama 3X24 jam pasien secara konsisten diharapkan mampu:
1. Berpatisipasi dalam aktifitas bersama
2. Berpatisipasi dala tradisi keluarga
3. Menerima kujungan dari teman dan anggota keluarga besar
4. Memberikan dukungan satu sama lain
5. Mengekspresikan perasaan dan masalah kepada yang lain.
6. Mendorong anggota keluarga untuk tidak ketergantungan
7. Berpatisipasi dalam rekreasi dan acara aktifitas komunitas
8. Memecahkan masalah
NIC I : Keterlibatan keluarga (Family involvement)
1. Mengidentifikasikan kemampuan anggota keluarga untuk terlibat dalam perawatan pasien.
2. Menentukan sumber fisik, psikososial dan pendidikan pemberi pelayanan kesehatan yang utama.
3. Mengidentifkasi deficit perawatan diri pasien
4. Menentukan tinggat ketergantungan pasien terhadap keluarganya yang sesuai dengan umur atau penyakitnya.

3. Dx. Gangguan harga diri berhubungan dengan ketergantungan, perubahan peran, perubahan citra tubuh dan fungsi seksual.

NOC :

Setelah dilakukan tindakan intervensi keperawatan selama 2×24 jam pasien diharapkan akan bisa memperbaiki konsep diri dengan criteria :
1. Mengidentifikasi pola koping terdahulu yang efektif dan pada saat ini tidak mungkin lagi digunakan akibat penyakit dan penanganan (pemakaian alkohol dan obat-obatan; penggunaan tenaga yang berlebihan)
2. Pasien dan keluarga mengidentifikasi dan mengungkapkan perasaan dan reaksinya terhadap penyakit dan perubahan hidup yang diperlukan
3. Mencari konseling profesional, jika perlu, untuk menghadapi perubahan akibat pnyakitnya
4. Melaporkan kepuasan dengan metode ekspresi seksual
NIC : Peningkatan harga diri
1. Kuatkan rasa percaya diri terhadap kemampuan pasien mengndalikan situasi
2. Menguatkan tenaga pribadi dalam mengenal dirinya
3. Bantu pasien untuk memeriksa kembali persepsi negative tentang dirinya


 4. Dx. Cemas b.d perubahan dalam status peran, status kesehatan, pola interaksi , fungsi peran, lingkungan, status ekonomi

Yang ditandai dengan:

1. Ekspresi yang mendalam dalam perubahan hidup
2. Mudah tersinggung
3. Gangguan tidur
NOC Anxiety Control
1. Setelah dilakukan intervensi keperawatan selama 2X24 jam diharapkan pasien dapat:
2. Memonitor intensitas cemas
3. Melaporkan tidur yang adekuat
4. Mengontrol respon cemas
5. Merencanakan strategi koping dalamsituasi stress
NIC Anxiety Reduction
1. Bantu pasien untuk menidentifikasi situasi percepatan cemas
2. Dampingi pasien untuk mempromosikan kenyamanan dan mengurangi ketakutan
3. Identifikasi ketika perubahan level cemas
4. Instuksikan pasien dalam teknik relaksasi

5. Dx. Resiko Kesendirian

NOC Family Coping

Setelah dilakukan intervensi keperawatan selama 2X24 jam diharapkan pasien dapat:
1. Mendemontrasikan fleksibelitas peran
2. Mengatur masalah
3. Menggunakan strategi penguranagn stress
4. Menghadapi masalah
NIC Family Support
1. Bantu pekembangan harapan yang realistis
2. Identifikasi alami dukungan spiritual bagi keluarga
3. Berikan kepercayaan dalam hubungan dengan keluarga
4. Dengarkan untuk berhubungan dengan keluarga, perasan dan pertanyaan. Dx. Gangguan citra tubuh berhubungan dengan perubahan dan ketergantungan fisik (ketidakseimbangan mobilitas) serta psikologis yang disebabkan penyakit atau terapi
NOC : Setelah dilakukan intervensi keperawatan selama 2x24jam pasien diharapkan meningkatkan citra tubuhnya dengan criteria :
1. Merasa puas dengan penampilan tubuhnya
2. Merasa puas dengan fungsi anggota badannya
3. Mendiskripsikan bagian tubuh tambahan
NIC : Peningkatan Citra Tubuh
1. Bantu pasien untuk mendiskusikan perubahan karena penyakit atau pembedahan
2. Memutuskan apakah perubahan fisik yang baru saja diterima dapat masuk dalam citra tubuh pasien
3. Memudahkan hubungan dengan individu lain yang mempunyai penyakit yang sama
4. Aspek spiritual

6. Dx : Distress spiritual b.d peubahan hidup, kematian atau sekarat diri atau orang lain, cemas, mengasingkan diri, kesendirian atau pengasingan social, kurang sosiokultural.
NOC I : pengaharapan (hope)
Setelah dilakukan intervensi keperawatan selama 3X24 jam pasien secara luas diharapkan mampu:
1. Mengekspresikan orientasi masa depan yang positif
2. Mengekspresikan arti kehidupan
3. Mengekspresikan rasa optimis
4. Mengekspresikan perasaan untuk mengontrol diri sendiri
5. Mengekspresikan kepercayaan
6. Mengekspresikan rasa percaya pada diri sendiri dan orang lain
NIC I : penanaman harapan (hope instillation)
1. Pengkaji pasian atau keluarga untuk mengidentifikasi area pengharapan dalam hidup
2. Melibatkan pasien secara aktif dalam perawatan diri
3. Mengajarkan keluarga tentang aspek positif pengharapan
4. Memberikan kesempatan pasien atau keluarga terlibat dalam support group.
5. Mengembangkan mekanisme paran koping pasien


DAFTAR PUSTAKA

Jhonson, Marion dkk. 2000. Nursing Outcomes Classification (NOC). St. Louise, Missouri : Mosby, Inc.
McCloskey, Joanne C. 1996. Nursing Intervention Classification (NIC). St. Louise, Missouri : Mosby, Inc.
NANDA. Nursing Diagnoses: Definition and Classification 2005-2006. Philadelphia : NANDA International.




Keyword :

asuhan keperawatan lansia asuhan keperawatan lansia dengan hipertensi asuhan keperawatan lansia pdf asuhan keperawatan lansia dengan gangguan muskuloskeletal asuhan keperawatan lansia dengan diabetes melitus pdf asuhan keperawatan lansia asam urat asuhan keperawatan lansia dengan rematik asuhan keperawatan lansia dengan asam urat asuhan keperawatan lansia dengan katarak asuhan keperawatan lansia dengan demensia asuhan keperawatan rheumatoid artritis pada lansia asuhan keperawatan lansia menjelang ajal asuhan keperawatan lansia dengan asma asuhan keperawatan lansia dengan asam urat pdf asuhan keperawatan lansia dengan artritis reumatoid asuhan keperawatan pada lansia asam urat asuhan keperawatan dasar pada lansia aktif asuhan keperawatan lansia dengan rheumatoid arthritis asuhan keperawatan bph pada lansia asuhan keperawatan lansia dengan gangguan biologis asuhan keperawatan pada lansia dengan bph asuhan keperawatan pada lansia dengan gangguan biologis asuhan keperawatan bronkopneumonia pada lansia latar belakang asuhan keperawatan lansia asuhan keperawatan bronkitis pada lansia asuhan keperawatan asma bronkial pada lansia buku asuhan keperawatan pada lansia asuhan keperawatan lansia dengan masalah sosial cultural asuhan keperawatan cva pada lansia contoh kasus asuhan keperawatan lansia contoh asuhan keperawatan lansia asuhan keperawatan chf pada lansia contoh asuhan keperawatan pada lansia asuhan keperawatan resiko cedera pada lansia contoh asuhan keperawatan komunitas lansia contoh asuhan keperawatan pada lansia dengan hipertensi contoh asuhan keperawatan keluarga lansia asuhan keperawatan lansia dengan gangguan mental asuhan keperawatan lansia dengan depresi asuhan keperawatan lansia dengan gastritis asuhan keperawatan lansia dengan gangguan eliminasi asuhan keperawatan lansia dengan gangguan sistem endokrin evaluasi asuhan keperawatan lansia asuhan keperawatan pada lansia dengan gangguan eliminasi asuhan keperawatan pada lansia dengan gangguan endokrin evaluasi asuhan keperawatan pada lansia asuhan keperawatan gangguan eliminasi pada lansia asuhan keperawatan pada lansia dengan gangguan sistem endokrin asuhan keperawatan lansia dengan fraktur format asuhan keperawatan lansia fokus asuhan keperawatan lansia asuhan keperawatan pada lansia dengan fraktur asuhan keperawatan lansia dengan gangguan mobilitas fisik asuhan keperawatan fraktur pada lansia asuhan keperawatan febris pada lansia fokus asuhan keperawatan pada lansia asuhan keperawatan pada lansia dengan gangguan mobilitas fisik format asuhan keperawatan pada lansia asuhan keperawatan lansia gangguan pendengaran asuhan keperawatan lansia dengan gangguan gastrointestinal asuhan keperawatan gerontik lansia asuhan keperawatan lansia dengan gangguan pendengaran asuhan keperawatan lansia dengan gangguan kardiovaskuler asuhan keperawatan lansia dengan gangguan pencernaan asuhan keperawatan lansia hipertensi asuhan keperawatan lansia dengan hipotensi asuhan keperawatan hepatitis pada lansia diagnosa keperawatan lansia hipertensi asuhan keperawatan lansia dengan hipertensi.pdf asuhan keperawatan lansia dengan hypertensi asuhan keperawatan keluarga dengan lansia hipertensi diagnosa keperawatan lansia dengan hipertensi asuhan keperawatan lansia dengan personal hygiene asuhan keperawatan lansia pada pasien hipertensi asuhan keperawatan pada lansia dengan inkontinensia urine asuhan keperawatan lansia dengan inkontinensia urin asuhan keperawatan pada lansia dengan insomnia asuhan keperawatan ispa pada lansia asuhan keperawatan insomnia pada lansia asuhan keperawatan inkontinensia pada lansia asuhan keperawatan isk pada lansia asuhan keperawatan inkontinensia urin pada lansia asuhan keperawatan isolasi sosial pada lansia asuhan keperawatan pada lansia dengan gangguan sistem integumen asuhan keperawatan gagal jantung pada lansia asuhan keperawatan jiwa lansia asuhan keperawatan lansia resiko jatuh asuhan keperawatan lansia dengan resiko jatuh asuhan keperawatan lansia dengan penyakit jantung koroner asuhan keperawatan jiwa pada lansia asuhan keperawatan jiwa pada lansia dengan depresi asuhan keperawatan pada lansia dengan gangguan jiwa asuhan keperawatan resiko jatuh pada lansia asuhan keperawatan gangguan jiwa pada lansia asuhan keperawatan lansia komunitas asuhan keperawatan lansia katarak asuhan keperawatan klien lansia dengan demensia asuhan keperawatan pada klien lanjut usia kushariyadi asuhan keperawatan keluarga dengan lansia asuhan keperawatan keluarga dengan lansia pdf asuhan keperawatan keluarga lansia dengan hipertensi asuhan keperawatan kelompok lansia asuhan keperawatan komunitas lansia dengan hipertensi asuhan keperawatan keluarga lansia dengan rematik asuhan keperawatan pada lansia laporan pendahuluan gerontik asuhan keperawatan lansia menjelang ajal pdf asuhan keperawatan lansia menjelang kematian asuhan keperawatan lansia menjelang ajal ppt asuhan keperawatan lansia di masyarakat asuhan keperawatan lansia dengan diabetes mellitus asuhan keperawatan lansia dengan nyeri asuhan keperawatan pada lansia dengan nyeri diagnosa keperawatan lansia nic noc diagnosa keperawatan lansia nanda asuhan keperawatan lansia dengan nyeri sendi asuhan keperawatan lansia dengan gangguan nutrisi asuhan keperawatan nutrisi pada lansia asuhan keperawatan pada lansia dengan gangguan nutrisi asuhan keperawatan nyeri pada lansia asuhan keperawatan nyeri sendi pada lansia asuhan keperawatan lansia osteoporosis asuhan keperawatan osteoartritis pada lansia asuhan keperawatan lansia dengan osteoporosis asuhan keperawatan pada lansia dengan osteoartritis asuhan keperawatan obesitas pada lansia asuhan keperawatan pada pasien lansia dengan osteoporosis asuhan keperawatan osteoporosis pada lansia pdf asuhan keperawatan gerontik osteoporosis pada lansia asuhan keperawatan lansia pada kelompok asuhan keperawatan lansia pada keluarga asuhan keperawatan pada lansia dengan gangguan penglihatan asuhan keperawatan pada lansia dengan delirium asuhan keperawatan pada lansia asuhan keperawatan pada lansia dengan hipertensi asuhan keperawatan pada lansia dengan resiko jatuh asuhan keperawatan pada lansia dengan demensia asuhan keperawatan pada lansia dengan asam urat asuhan keperawatan lansia rematik asuhan keperawatan lansia di rumah asuhan keperawatan lansia dengan reumatik asuhan keperawatan pada lansia dengan rematik asuhan keperawatan lansia stroke asuhan keperawatan lansia sebagai individu asuhan keperawatan spiritual pada lansia asuhan keperawatan pada lansia dengan isolasi sosial asuhan keperawatan sistem pernapasan pada lansia asuhan keperawatan pada lansia sehat asuhan keperawatan pada lansia secara umum asuhan keperawatan lansia dengan scabies asuhan keperawatan pada lansia stroke makalah asuhan keperawatan lansia terminal asuhan keperawatan tentang lansia asuhan keperawatan lansia dengan tb paru asuhan keperawatan lansia di tatanan komunitas asuhan keperawatan keluarga tahap lansia asuhan keperawatan lansia dengan gangguan tidur tujuan asuhan keperawatan lansia asuhan keperawatan lansia dengan gangguan pola tidur asuhan keperawatan pada lansia dengan tb paru asuhan keperawatan pada lansia dengan tbc asuhan keperawatan untuk lansia diagnosa keperawatan untuk lansia asuhan keperawatan lansia dengan vertigo asuhan keperawatan lansia di panti werdha asuhan keperawatan pada lansia di panti werdha 5 konsep asuhan keperawatan lansia Obat Liver Paling Ampuh Cara Mengobati Bronkitis Paling Ampuh Cara Mengobati Penyakit Ginjal Cara Mengobati Usus Buntu Tanpa Operasi Obat Sakit Pinggang dan Kaku Obat Syaraf Kejepit Paling Ampuh Obat Turun Berok Cara Menyuburkan Kandungan agar Cepat Hamil Obat Amandel Anak dan Dewasa Cara Mengobati TBC secara Alami Cara Mengobati Asam Lambung Tinggi 10 Anjuran dan 6 Makanan Pantangan Penderit Diabetes Niat Mandi Wajib Sebelum Shalat Jum'at Cara Membuat Kata Pengantar

Friday, October 20, 2017

Free Download Inteam - Asy-Syafi'i (Feat Tahassun) MP3

Free Download Inteam - Asy-Syafi'i (Feat Tahassun) MP3

Download : LINK 1    |     LINK 2


Lirik Inteam - Asy-Syafi'i (Feat Tahassun)
أَبْدَىٰ ﭐﻹِِلَـٰٰـهُ مَقَامَهُ ﭐلْمَحْمُودَا
ﺇِلَيْهِ تُنْسَبُ ﭐلْبُطُونُ ﭐلْقُرَشِيِّةُ

الشَّافِعِى وَالْمُصْطَفَىٰ جَدُّهُ
أَسْرَارُ بَيْنَ ﭐلْوَرَىٰ ظَاهِرُ

كَمْ مِنْ كَرَامَاتٍ قَدْ بَدَا
وَكَمْ مَقَامَاتٍ قَدِ ﭐنْجَلَىٰ
يَا مَنْ لَه فِى ﭐلْكَونِ مِنْ حَاجَةٍ
فَيَا لَهُ مِنْ دَعْوَةٍ وَافرَةٍ

يَمُلَأُ ﭐلدُّنْيَا...
عِلْمًا عِرْفَانًا...
ﭐكْتَشَفَ بِهِ ﭐلنُّورُ
حَصِّلِ ﭐلجِْدَّا حَصِّلِ ﭐلْهٰنَا

TERJEMAHAN LIRIK Inteam - Asy-Syafi'i (Feat Tahassun)

Allah menzahirkan kedudukannya yang ( tinggi ) terpuji,
Dinisbahkannya kepada bangsa Arab Quraisy.

Imam Syafie dan Nabi Muhammad s.a.w. datuknya (salasilah keturunannya daripada Rasulullah s.a.w. ),
Terdapat rahsia-rahsia di antara yang tersirat dan tersurat.

Berapa banyak kemuliaan yang telah nyata,
Dan berapa banyak kedudukan ( terpuji ) yang telah jelas.

Wahai tuhan yang mencipta alam..( kami ) memohon hajat,
Dengan doa yang banyak dipinta,kurniakanlah kami keberkatannya.

Memenuhi dunia dengan ilmu,seorang alim arab Quraisy,
Tersingkap dengannya cahaya ( keberkatan ilmunya ),
Kurniakanlah kemuliaan anugerahilah kebahagiaan.

Song           : Belle(Inteam Records)
Lyrics          : Ust. Tahassan(Inteam Records)
Hakcipta     : Inteam Records
Penerbit      : Frizdan
Susunan Muzik : Belle
Perkusi        : Ijan ASK

Keyword :

Free Download Inteam - Allahu Rabbi MP3

Free Download Inteam - Allahu Rabbi MP3

Download : LINK 1LINK 2

Lirik Inteam - Allahu Rabbi
Who is The Creator
Who is The Sustainer 
Surely He's The One
Lord of all mankind

Ya Allah...
Allah Allah Ya Allah Allah Allah 
Allah Allah Ya Allah Allah Allah 
Anta Ya Rabbi Anta Ya Rahman Anta Ya Allah 
Allahu Rabbi 

Chand or sittarre bohot cham ketey he
Khuda ke bagar roshni ka wujud nehi he
Roshni ke baht andera hota he 
Sab kuch khuda ke wujud nehi he 

Har parta darakh sigh girta he
Ye sab kuch khuda ki taqath he 
Sammandar or zamin me kitni mitthi he 
Sab kuch khuda ki iradat he 

Bulan dan bintang hiasi alam 
Tiada kan bercahaya tanpa izinNya
Terangnya siang berganti malam 
Tiada sekali menyalahi aturannya 
Maha Kuasa Tuhan yang menciptakannya 

Helaian dedaunan gugur dari pepohonan 
Pasti dalam pemerhatian kudratnya Tuhan 
Butiran pasir di daratan dan di dasar lautan 
Tetap dalam pandangan iradat Tuhan

Keyword :
inteam allahu rabbi inteam allahu rabbi mp3 download inteam allahu rabbi mp3 inteam allahu rabbi lirik inteam allahu rabbi album inteam allahu rabbi download download lagu inteam allahu rabbi allahu rabbi inteam minus one allahu rabbi inteam mp3 free download lagu allahu rabbi inteam in team allahu rabbi mp3 inteam allahu rabbi inteam allahu rabbi mp3 download inteam allahu rabbi mp3 inteam allahu rabbi lirik inteam allahu rabbi album inteam allahu rabbi download download lagu inteam allahu rabbi allahu rabbi inteam minus one allahu rabbi inteam mp3 free download lagu allahu rabbi inteam in team allahu rabbi mp3 Obat Liver Paling Ampuh Cara Mengobati Bronkitis Paling Ampuh Cara Mengobati Penyakit Ginjal Cara Mengobati Usus Buntu Tanpa Operasi Obat Sakit Pinggang dan Kaku Obat Syaraf Kejepit Paling Ampuh Obat Turun Berok Cara Menyuburkan Kandungan agar Cepat Hamil Obat Amandel Anak dan Dewasa Cara Mengobati TBC secara Alami Cara Mengobati Asam Lambung Tinggi 10 Anjuran dan 6 Makanan Pantangan Penderit Diabetes Niat Mandi Wajib Sebelum Shalat Jum'at Cara Membuat Kata Pengantar

Pengunjung

Search This Blog

Download Kitab AL-Adzkar Imam An-Nawawi Jilid 1-5 PDF

Download Kitab AL-Adzkar Imam An-Nawawi PDF Al Adzkar An Nawawi Part.1 Al Adzkar An Nawawi Part.2 Al Adzkar An Nawawi ...

Popular Posts